{"id":968,"date":"2025-10-23T15:35:14","date_gmt":"2025-10-23T15:35:14","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=968"},"modified":"2025-10-23T15:35:14","modified_gmt":"2025-10-23T15:35:14","slug":"teripang-hutan-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/10\/23\/teripang-hutan-laut\/","title":{"rendered":"Teripang Hutan Laut"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"3024\" data-end=\"3935\"><strong data-start=\"3024\" data-end=\"3051\">Teripang Hutan Laut<\/strong><br data-start=\"3051\" data-end=\"3054\" \/>Teripang hutan laut hidup di dasar laut berpasir dan lamun, memakan detritus dan sisa organik. Mereka membantu membersihkan sedimen dan mendaur ulang nutrisi, menjaga kualitas dasar laut. Teripang juga menjadi makanan bagi predator seperti ikan besar dan bintang laut. Beberapa spesies dapat mengeluarkan bagian tubuh sebagai mekanisme pertahanan dan meregenerasinya kembali. Populasi teripang hutan laut dipengaruhi oleh penangkapan berlebihan dan degradasi habitat. Studi tentang perilaku dan peran ekologis teripang mendukung pelestarian spesies dan ekosistem laut. Perlindungan habitat dan pengawasan populasi menjadi strategi konservasi penting. Keberadaan teripang hutan laut mencerminkan keanekaragaman hayati dan fungsi ekologis vital dalam ekosistem laut. Pemahaman tentang teripang hutan laut memperkuat pelestarian ekosistem bawah laut yang seimbang dan berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Teripang Hutan LautTeripang hutan laut hidup di dasar laut berpasir dan lamun, memakan detritus dan sisa organik. Mereka membantu membersihkan sedimen dan mendaur ulang nutrisi, menjaga kualitas dasar laut. Teripang juga menjadi makanan bagi predator seperti ikan besar dan bintang laut. Beberapa spesies dapat mengeluarkan bagian tubuh sebagai mekanisme pertahanan dan meregenerasinya kembali. Populasi teripang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-968","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/968","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=968"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/968\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":969,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/968\/revisions\/969"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=968"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=968"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=968"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}