{"id":960,"date":"2025-10-23T15:33:16","date_gmt":"2025-10-23T15:33:16","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=960"},"modified":"2025-10-23T15:33:16","modified_gmt":"2025-10-23T15:33:16","slug":"alga-hijau-laut-dan-fungsinya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/10\/23\/alga-hijau-laut-dan-fungsinya\/","title":{"rendered":"Alga Hijau Laut dan Fungsinya"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"8746\" data-end=\"9679\"><strong data-start=\"8746\" data-end=\"8783\">Alga Hijau Laut dan Fungsinya<\/strong><br data-start=\"8783\" data-end=\"8786\" \/>Alga hijau laut adalah produsen primer yang hidup di laut dangkal dan menyediakan oksigen serta nutrisi bagi organisme laut. Mereka menjadi sumber makanan bagi ikan, kepiting, dan moluska. Alga hijau membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut dengan mendaur ulang nutrisi dan mendukung pertumbuhan organisme lain. Beberapa spesies membentuk koloni padat yang menjadi tempat tinggal bagi invertebrata. Perubahan suhu laut, polusi, dan kerusakan habitat dapat memengaruhi populasi alga hijau. Studi tentang alga hijau mendukung pemahaman ekologi, adaptasi, dan peran mereka dalam rantai makanan laut. Perlindungan habitat dan pengawasan populasi penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem laut. Keberadaan alga hijau mencerminkan kekayaan keanekaragaman hayati bawah laut dan kompleksitas ekosistem. Upaya konservasi mendukung keberlanjutan kehidupan laut dan pelestarian sumber daya alam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Alga Hijau Laut dan FungsinyaAlga hijau laut adalah produsen primer yang hidup di laut dangkal dan menyediakan oksigen serta nutrisi bagi organisme laut. Mereka menjadi sumber makanan bagi ikan, kepiting, dan moluska. Alga hijau membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut dengan mendaur ulang nutrisi dan mendukung pertumbuhan organisme lain. Beberapa spesies membentuk koloni padat yang menjadi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-960","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/960","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=960"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/960\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":961,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/960\/revisions\/961"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=960"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=960"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=960"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}