{"id":956,"date":"2025-10-23T15:33:01","date_gmt":"2025-10-23T15:33:01","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=956"},"modified":"2025-10-23T15:33:01","modified_gmt":"2025-10-23T15:33:01","slug":"ikan-pari-biru-dan-ekologi-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/10\/23\/ikan-pari-biru-dan-ekologi-laut\/","title":{"rendered":"Ikan Pari Biru dan Ekologi Laut"},"content":{"rendered":"<p><strong data-start=\"6829\" data-end=\"6868\">Ikan Pari Biru dan Ekologi Laut<\/strong><br data-start=\"6868\" data-end=\"6871\" \/>Ikan pari biru adalah ikan bertubuh pipih yang hidup di dasar laut berpasir dan karang. Mereka memakan moluska, krustasea, dan ikan kecil. Ikan pari biru menggunakan sirip dada besar untuk berenang dan menyamarkan diri di pasir. Beberapa spesies memiliki duri beracun untuk pertahanan. Reproduksi ikan pari biru melibatkan peletakan telur atau melahirkan anak yang sudah berkembang. Populasi mereka dipengaruhi oleh penangkapan berlebihan, polusi, dan kerusakan habitat. Studi tentang adaptasi, perilaku, dan ekologi ikan pari biru mendukung pelestarian ekosistem laut. Perlindungan habitat dan pengaturan penangkapan menjadi upaya konservasi penting. Keberadaan ikan pari biru mencerminkan keanekaragaman hayati dan keseimbangan ekosistem bawah laut. Pemahaman tentang ikan pari biru mendukung strategi pelestarian laut dan keberlangsungan spesies.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan Pari Biru dan Ekologi LautIkan pari biru adalah ikan bertubuh pipih yang hidup di dasar laut berpasir dan karang. Mereka memakan moluska, krustasea, dan ikan kecil. Ikan pari biru menggunakan sirip dada besar untuk berenang dan menyamarkan diri di pasir. Beberapa spesies memiliki duri beracun untuk pertahanan. Reproduksi ikan pari biru melibatkan peletakan telur [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-956","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/956","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=956"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/956\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":957,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/956\/revisions\/957"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=956"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=956"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=956"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}