{"id":950,"date":"2025-10-23T15:32:39","date_gmt":"2025-10-23T15:32:39","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=950"},"modified":"2025-10-23T15:32:39","modified_gmt":"2025-10-23T15:32:39","slug":"penyu-sisik-dan-perilaku-migrasi","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/10\/23\/penyu-sisik-dan-perilaku-migrasi\/","title":{"rendered":"Penyu Sisik dan Perilaku Migrasi"},"content":{"rendered":"<p data-start=\"4289\" data-end=\"5143\"><strong data-start=\"4289\" data-end=\"4329\">Penyu Sisik dan Perilaku Migrasi<\/strong><br data-start=\"4329\" data-end=\"4332\" \/>Penyu sisik adalah reptil laut yang melakukan migrasi panjang melintasi samudra untuk mencari makanan dan lokasi bertelur. Mereka memakan ubur-ubur dan alga, membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut. Penyu sisik bertelur di pantai berpasir, menghadapi risiko predator dan gangguan manusia. Populasi penyu sisik menurun akibat perburuan, polusi, dan kerusakan habitat. Studi tentang perilaku migrasi, reproduksi, dan ekologi penyu sisik mendukung konservasi spesies ini. Kawasan lindung laut, pantai bertelur yang diawasi, dan program penyu buas menjadi upaya penting. Penyu sisik berperan dalam menjaga kesehatan padang lamun dan terumbu karang serta mendukung keberlanjutan ekosistem laut. Pemahaman tentang kehidupan penyu sisik memperkuat strategi pelestarian laut dan keanekaragaman hayati bawah laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Penyu Sisik dan Perilaku MigrasiPenyu sisik adalah reptil laut yang melakukan migrasi panjang melintasi samudra untuk mencari makanan dan lokasi bertelur. Mereka memakan ubur-ubur dan alga, membantu menjaga keseimbangan ekosistem laut. Penyu sisik bertelur di pantai berpasir, menghadapi risiko predator dan gangguan manusia. Populasi penyu sisik menurun akibat perburuan, polusi, dan kerusakan habitat. Studi tentang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-950","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/950","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=950"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/950\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":951,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/950\/revisions\/951"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=950"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=950"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=950"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}