{"id":781,"date":"2025-10-08T00:28:16","date_gmt":"2025-10-08T00:28:16","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=781"},"modified":"2025-10-08T00:28:16","modified_gmt":"2025-10-08T00:28:16","slug":"kepiting-yeti-si-misterius-dari-laut-dalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/10\/08\/kepiting-yeti-si-misterius-dari-laut-dalam\/","title":{"rendered":"Kepiting Yeti Si Misterius dari Laut Dalam"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"2081\" data-end=\"2133\">Kepiting Yeti Si Misterius dari Laut Dalam<\/h3>\n<p data-start=\"2134\" data-end=\"2966\">Kepiting yeti atau <em data-start=\"2153\" data-end=\"2167\">Kiwa hirsuta<\/em> adalah spesies langka yang ditemukan di ventilasi hidrotermal Samudra Pasifik Selatan. Tubuhnya berwarna putih pucat dengan rambut halus di capit dan dada yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri simbiotik. Kepiting ini hidup di lingkungan ekstrem dengan suhu tinggi dan air kaya belerang. Karena tidak ada cahaya di habitatnya, mereka tidak bergantung pada penglihatan, melainkan pada sensor kimia di tubuh. Bakteri yang tumbuh di rambutnya membantu mendetoksifikasi senyawa berbahaya dari ventilasi, sekaligus menjadi sumber makanan utama. Penemuan kepiting yeti membuka pandangan baru tentang kehidupan di ekosistem ekstrem yang bergantung pada energi kimia, bukan cahaya matahari. Hewan ini melambangkan daya tahan luar biasa dan adaptasi sempurna terhadap kondisi paling keras di planet ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepiting Yeti Si Misterius dari Laut Dalam Kepiting yeti atau Kiwa hirsuta adalah spesies langka yang ditemukan di ventilasi hidrotermal Samudra Pasifik Selatan. Tubuhnya berwarna putih pucat dengan rambut halus di capit dan dada yang digunakan untuk menumbuhkan bakteri simbiotik. Kepiting ini hidup di lingkungan ekstrem dengan suhu tinggi dan air kaya belerang. Karena tidak [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-781","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/781","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=781"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/781\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":782,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/781\/revisions\/782"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=781"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=781"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=781"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}