{"id":699,"date":"2025-10-08T00:21:33","date_gmt":"2025-10-08T00:21:33","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=699"},"modified":"2025-10-08T00:21:33","modified_gmt":"2025-10-08T00:21:33","slug":"kehidupan-mikro-di-plankton-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/10\/08\/kehidupan-mikro-di-plankton-laut\/","title":{"rendered":"Kehidupan Mikro di Plankton Laut"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"1222\" data-end=\"1264\">Kehidupan Mikro di Plankton Laut<\/h3>\n<p data-start=\"1265\" data-end=\"2249\">Plankton adalah dasar kehidupan di lautan, terdiri dari organisme mikroskopis yang melayang bebas mengikuti arus. Ada dua jenis utama, yaitu fitoplankton yang berfotosintesis seperti tumbuhan dan zooplankton yang memakan fitoplankton atau partikel organik lain. Fitoplankton menghasilkan lebih dari separuh oksigen di Bumi, menjadikannya salah satu produsen terbesar planet ini. Meskipun kecil, peran plankton sangat besar dalam rantai makanan laut karena menjadi sumber utama bagi ikan, ubur-ubur, dan mamalia laut. Perubahan suhu laut dan polusi dapat memengaruhi pertumbuhan plankton, yang berdampak langsung pada seluruh ekosistem laut. Penelitian tentang plankton juga penting dalam memantau perubahan iklim global karena mereka menyerap karbon dioksida melalui fotosintesis. Dari organisme yang tak kasat mata ini, kehidupan laut yang kompleks memperoleh energi dan keseimbangan. Plankton membuktikan bahwa kekuatan terbesar di lautan sering kali datang dari makhluk terkecil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehidupan Mikro di Plankton Laut Plankton adalah dasar kehidupan di lautan, terdiri dari organisme mikroskopis yang melayang bebas mengikuti arus. Ada dua jenis utama, yaitu fitoplankton yang berfotosintesis seperti tumbuhan dan zooplankton yang memakan fitoplankton atau partikel organik lain. Fitoplankton menghasilkan lebih dari separuh oksigen di Bumi, menjadikannya salah satu produsen terbesar planet ini. Meskipun [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-699","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/699","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=699"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/699\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":700,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/699\/revisions\/700"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=699"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=699"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=699"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}