{"id":593,"date":"2025-09-16T09:15:39","date_gmt":"2025-09-16T09:15:39","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=593"},"modified":"2025-09-16T09:15:39","modified_gmt":"2025-09-16T09:15:39","slug":"ekosistem-laut-tropis-dan-keanekaragaman-ikan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/ekosistem-laut-tropis-dan-keanekaragaman-ikan\/","title":{"rendered":"Ekosistem Laut Tropis dan Keanekaragaman Ikan"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"384\" data-end=\"450\"><strong data-start=\"388\" data-end=\"450\"> Ekosistem Laut Tropis dan Keanekaragaman Ikan<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"451\" data-end=\"1169\">Perairan tropis dikenal dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, mulai dari ikan berwarna-warni, krustasea, moluska, hingga plankton. Ekspedisi bawah laut menggunakan ROV, kamera, dan sensor untuk mendokumentasikan distribusi spesies dan interaksi predator-mangsa. Studi ini menunjukkan bahwa arus laut, pasang surut, dan vegetasi laut memengaruhi migrasi larva, penyebaran nutrien, dan pola makan. Kamera bawah air memungkinkan observasi alami tanpa gangguan manusia. Perlindungan laut tropis penting karena polusi, penangkapan berlebihan, dan degradasi habitat dapat menurunkan produktivitas dan keanekaragaman hayati. Penelitian menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan untuk menjaga keseimbangan ekosistem.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekosistem Laut Tropis dan Keanekaragaman Ikan Perairan tropis dikenal dengan keanekaragaman hayati yang tinggi, mulai dari ikan berwarna-warni, krustasea, moluska, hingga plankton. Ekspedisi bawah laut menggunakan ROV, kamera, dan sensor untuk mendokumentasikan distribusi spesies dan interaksi predator-mangsa. Studi ini menunjukkan bahwa arus laut, pasang surut, dan vegetasi laut memengaruhi migrasi larva, penyebaran nutrien, dan pola [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-593","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/593","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=593"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/593\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":594,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/593\/revisions\/594"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=593"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=593"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=593"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}