{"id":521,"date":"2025-09-16T09:09:45","date_gmt":"2025-09-16T09:09:45","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=521"},"modified":"2025-09-16T09:09:45","modified_gmt":"2025-09-16T09:09:45","slug":"laut-dalam-dan-adaptasi-biota-ekstrem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/laut-dalam-dan-adaptasi-biota-ekstrem\/","title":{"rendered":"Laut Dalam dan Adaptasi Biota Ekstrem"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"3295\" data-end=\"3353\"><strong data-start=\"3299\" data-end=\"3353\">Laut Dalam dan Adaptasi Biota Ekstrem<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"3354\" data-end=\"4064\">Zona laut dalam memiliki tekanan tinggi, cahaya minim, dan suhu rendah, namun dihuni spesies unik seperti ikan gelap, krustasea, dan moluska. Ekspedisi bawah laut menggunakan ROV, sensor, dan kamera untuk mendokumentasikan adaptasi fisiologis, pola berburu, dan interaksi antarspesies. Studi ini menunjukkan bagaimana biota laut dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem, mulai dari produksi primer hingga predator puncak. Kamera bawah air memungkinkan dokumentasi alami. Perlindungan laut dalam penting karena polusi, aktivitas penambangan dasar laut, dan perubahan iklim dapat mengganggu habitat sensitif ini. Penelitian menekankan pentingnya konservasi biota laut dalam untuk kelestarian ekosistem global.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Laut Dalam dan Adaptasi Biota Ekstrem Zona laut dalam memiliki tekanan tinggi, cahaya minim, dan suhu rendah, namun dihuni spesies unik seperti ikan gelap, krustasea, dan moluska. Ekspedisi bawah laut menggunakan ROV, sensor, dan kamera untuk mendokumentasikan adaptasi fisiologis, pola berburu, dan interaksi antarspesies. Studi ini menunjukkan bagaimana biota laut dalam mempertahankan keseimbangan ekosistem, mulai [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-521","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/521","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=521"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/521\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":522,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/521\/revisions\/522"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=521"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=521"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=521"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}