{"id":493,"date":"2025-09-16T09:07:34","date_gmt":"2025-09-16T09:07:34","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=493"},"modified":"2025-09-16T09:07:34","modified_gmt":"2025-09-16T09:07:34","slug":"ekosistem-laut-subtropis-dan-keanekaragaman-hayati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/ekosistem-laut-subtropis-dan-keanekaragaman-hayati\/","title":{"rendered":"Ekosistem Laut Subtropis dan Keanekaragaman Hayati"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"362\" data-end=\"433\"><strong data-start=\"366\" data-end=\"433\">Ekosistem Laut Subtropis dan Keanekaragaman Hayati<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"434\" data-end=\"1222\">Perairan subtropis memiliki suhu sedang, arus stabil, dan mendukung keanekaragaman hayati yang tinggi. Ekspedisi bawah laut menggunakan ROV, kamera, dan sensor untuk mempelajari distribusi biota seperti ikan, krustasea, moluska, dan plankton. Studi ini menunjukkan bagaimana arus laut membawa nutrien yang mendukung produktivitas, migrasi larva, dan interaksi predator-mangsa. Kamera bawah air memungkinkan dokumentasi alami tanpa gangguan manusia. Perlindungan laut subtropis penting karena polusi, penangkapan berlebihan, dan pembangunan pesisir dapat mengurangi keanekaragaman hayati dan mengganggu keseimbangan ekosistem. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan berkelanjutan untuk menjaga kesehatan laut subtropis, mendukung rantai makanan, dan memastikan kelestarian biota.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ekosistem Laut Subtropis dan Keanekaragaman Hayati Perairan subtropis memiliki suhu sedang, arus stabil, dan mendukung keanekaragaman hayati yang tinggi. Ekspedisi bawah laut menggunakan ROV, kamera, dan sensor untuk mempelajari distribusi biota seperti ikan, krustasea, moluska, dan plankton. Studi ini menunjukkan bagaimana arus laut membawa nutrien yang mendukung produktivitas, migrasi larva, dan interaksi predator-mangsa. Kamera bawah [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-493","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/493","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=493"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/493\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":494,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/493\/revisions\/494"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=493"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=493"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=493"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}