{"id":487,"date":"2025-09-16T09:07:01","date_gmt":"2025-09-16T09:07:01","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=487"},"modified":"2025-09-16T09:07:01","modified_gmt":"2025-09-16T09:07:01","slug":"konservasi-pesisir-dan-keanekaragaman-hayati","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/konservasi-pesisir-dan-keanekaragaman-hayati\/","title":{"rendered":"Konservasi Pesisir dan Keanekaragaman Hayati"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"6150\" data-end=\"6215\"><strong data-start=\"6154\" data-end=\"6215\">Konservasi Pesisir dan Keanekaragaman Hayati<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"6216\" data-end=\"6911\">Pesisir menjadi habitat kritis bagi berbagai spesies biota, termasuk ikan muda, kepiting, udang, dan moluska. Ekspedisi bawah laut menggunakan ROV, kamera, dan sensor kualitas air untuk mendokumentasikan distribusi biota, interaksi predator-mangsa, dan produktivitas. Studi ini menunjukkan bahwa konservasi pesisir mendukung pembibitan alami, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan menjaga stabilitas ekosistem. Kamera bawah air memungkinkan observasi alami tanpa gangguan manusia. Perlindungan habitat pesisir penting karena polusi, reklamasi, dan pembangunan dapat mengurangi fungsi ekologis dan produktivitas ekosistem. Penelitian ini menekankan pentingnya pengelolaan pesisir berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Konservasi Pesisir dan Keanekaragaman Hayati Pesisir menjadi habitat kritis bagi berbagai spesies biota, termasuk ikan muda, kepiting, udang, dan moluska. Ekspedisi bawah laut menggunakan ROV, kamera, dan sensor kualitas air untuk mendokumentasikan distribusi biota, interaksi predator-mangsa, dan produktivitas. Studi ini menunjukkan bahwa konservasi pesisir mendukung pembibitan alami, meningkatkan keanekaragaman hayati, dan menjaga stabilitas ekosistem. Kamera [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-487","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/487","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=487"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/487\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":488,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/487\/revisions\/488"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=487"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=487"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=487"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}