{"id":3966,"date":"2026-07-30T06:33:42","date_gmt":"2026-07-30T06:33:42","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3966"},"modified":"2026-07-30T06:33:42","modified_gmt":"2026-07-30T06:33:42","slug":"kehidupan-ikan-terbang-samudra","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/30\/kehidupan-ikan-terbang-samudra\/","title":{"rendered":"Kehidupan Ikan Terbang Samudra"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"j5uw8n\" data-start=\"747\" data-end=\"784\">Kehidupan Ikan Terbang Samudra<\/h2>\n<p data-start=\"786\" data-end=\"1436\">Ikan terbang merupakan penghuni laut terbuka yang memiliki kemampuan unik untuk meluncur di atas permukaan air. Sirip dadanya berkembang menjadi bentuk lebar yang membantu mereka bertahan di udara selama beberapa detik. Kemampuan tersebut digunakan untuk menghindari predator seperti ikan besar dan burung laut. Ikan terbang biasanya hidup di wilayah samudra hangat dengan banyak sumber makanan. Mereka menjadi bagian penting dalam rantai makanan karena menjadi mangsa berbagai hewan laut. Keunikan cara bergeraknya membuat ikan terbang menjadi salah satu contoh adaptasi menarik dalam kehidupan bawah laut yang terhubung dengan lingkungan permukaan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehidupan Ikan Terbang Samudra Ikan terbang merupakan penghuni laut terbuka yang memiliki kemampuan unik untuk meluncur di atas permukaan air. Sirip dadanya berkembang menjadi bentuk lebar yang membantu mereka bertahan di udara selama beberapa detik. Kemampuan tersebut digunakan untuk menghindari predator seperti ikan besar dan burung laut. Ikan terbang biasanya hidup di wilayah samudra hangat [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3966","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3966","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3966"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3966\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3967,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3966\/revisions\/3967"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3966"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3966"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3966"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}