{"id":3940,"date":"2026-07-30T06:32:00","date_gmt":"2026-07-30T06:32:00","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3940"},"modified":"2026-07-30T06:32:00","modified_gmt":"2026-07-30T06:32:00","slug":"kehidupan-teripang-di-dasar-laut-3","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/30\/kehidupan-teripang-di-dasar-laut-3\/","title":{"rendered":"Kehidupan Teripang di Dasar Laut"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"1efhz3l\" data-start=\"5741\" data-end=\"5780\">Kehidupan Teripang di Dasar Laut<\/h2>\n<p data-start=\"5782\" data-end=\"6422\">Teripang merupakan hewan laut berbentuk panjang yang hidup di dasar samudra dan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mereka memakan partikel organik dari pasir sehingga membantu proses daur ulang nutrisi. Aktivitas teripang membuat dasar laut tetap memiliki kondisi yang mendukung kehidupan organisme lain. Beberapa jenis hidup di wilayah terumbu karang, sementara lainnya ditemukan di laut dalam. Meskipun bergerak lambat, kontribusinya terhadap ekosistem sangat besar. Eksploitasi berlebihan dapat mengurangi jumlah teripang di alam. Perlindungan terhadap hewan ini diperlukan untuk menjaga fungsi alami dasar laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehidupan Teripang di Dasar Laut Teripang merupakan hewan laut berbentuk panjang yang hidup di dasar samudra dan memiliki peran penting dalam menjaga kebersihan lingkungan. Mereka memakan partikel organik dari pasir sehingga membantu proses daur ulang nutrisi. Aktivitas teripang membuat dasar laut tetap memiliki kondisi yang mendukung kehidupan organisme lain. Beberapa jenis hidup di wilayah terumbu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3940","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3940","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3940"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3940\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3941,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3940\/revisions\/3941"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3940"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3940"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3940"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}