{"id":3889,"date":"2026-07-30T06:28:59","date_gmt":"2026-07-30T06:28:59","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3889"},"modified":"2026-07-30T06:28:59","modified_gmt":"2026-07-30T06:28:59","slug":"kehidupan-kepiting-dasar-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/30\/kehidupan-kepiting-dasar-laut\/","title":{"rendered":"Kehidupan Kepiting Dasar Laut"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"1gd915y\" data-start=\"2207\" data-end=\"2243\">Kehidupan Kepiting Dasar Laut<\/h2>\n<p data-start=\"2245\" data-end=\"2950\">Kepiting merupakan kelompok hewan laut bercangkang yang memiliki kemampuan beradaptasi pada berbagai lingkungan bawah air. Mereka dapat ditemukan di pantai berbatu, dasar berpasir, terumbu karang, hingga wilayah laut dalam. Kepiting menggunakan capit untuk mencari makanan, melindungi diri, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Beberapa jenis kepiting berperan sebagai pembersih alami karena memakan sisa organisme yang membusuk. Kehidupan mereka membantu menjaga keseimbangan ekosistem dasar laut. Perubahan habitat dan pencemaran menjadi ancaman bagi keberadaan berbagai spesies kepiting. Pelestarian lingkungan laut menjadi langkah penting untuk mempertahankan keberagaman hewan bercangkang ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehidupan Kepiting Dasar Laut Kepiting merupakan kelompok hewan laut bercangkang yang memiliki kemampuan beradaptasi pada berbagai lingkungan bawah air. Mereka dapat ditemukan di pantai berbatu, dasar berpasir, terumbu karang, hingga wilayah laut dalam. Kepiting menggunakan capit untuk mencari makanan, melindungi diri, dan berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Beberapa jenis kepiting berperan sebagai pembersih alami karena memakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3889","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3889"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3889\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3890,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3889\/revisions\/3890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}