{"id":3869,"date":"2026-07-30T06:27:51","date_gmt":"2026-07-30T06:27:51","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3869"},"modified":"2026-07-30T06:27:51","modified_gmt":"2026-07-30T06:27:51","slug":"terumbu-karang-buatan-manusia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/30\/terumbu-karang-buatan-manusia\/","title":{"rendered":"Terumbu Karang Buatan Manusia"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"tzoos3\" data-start=\"2193\" data-end=\"2229\">Terumbu Karang Buatan Manusia<\/h2>\n<p data-start=\"2231\" data-end=\"2939\">Terumbu karang buatan merupakan struktur yang sengaja dibuat untuk membantu pemulihan habitat laut yang mengalami kerusakan. Benda seperti beton khusus, kapal tua, dan rangka tertentu dapat digunakan sebagai tempat tumbuh organisme laut. Setelah beberapa waktu, permukaan struktur tersebut akan dihuni oleh karang, ikan, dan makhluk kecil lainnya. Terumbu buatan membantu meningkatkan keanekaragaman hayati serta menyediakan lokasi penelitian dan penyelaman. Walaupun bukan pengganti sempurna terumbu alami, keberadaannya memberikan manfaat besar bagi kawasan laut yang mengalami tekanan lingkungan. Program pembangunan terumbu buatan menjadi salah satu cara manusia mendukung pemulihan kehidupan bawah laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Terumbu Karang Buatan Manusia Terumbu karang buatan merupakan struktur yang sengaja dibuat untuk membantu pemulihan habitat laut yang mengalami kerusakan. Benda seperti beton khusus, kapal tua, dan rangka tertentu dapat digunakan sebagai tempat tumbuh organisme laut. Setelah beberapa waktu, permukaan struktur tersebut akan dihuni oleh karang, ikan, dan makhluk kecil lainnya. Terumbu buatan membantu meningkatkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3869","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3869","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3869"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3869\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3870,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3869\/revisions\/3870"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3869"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3869"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3869"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}