{"id":3853,"date":"2026-07-30T06:26:57","date_gmt":"2026-07-30T06:26:57","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3853"},"modified":"2026-07-30T06:26:57","modified_gmt":"2026-07-30T06:26:57","slug":"hutan-mangrove-dan-kehidupan-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/30\/hutan-mangrove-dan-kehidupan-laut\/","title":{"rendered":"Hutan Mangrove dan Kehidupan Laut"},"content":{"rendered":"<h2 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"mpgz06\" data-start=\"4178\" data-end=\"4217\">Hutan Mangrove dan Kehidupan Laut<\/h2>\n<p data-start=\"4219\" data-end=\"4890\">Hutan mangrove merupakan kawasan pesisir yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan bawah laut. Akar mangrove menjadi tempat berlindung bagi ikan kecil, udang, kepiting, dan berbagai organisme muda. Ekosistem ini berfungsi sebagai tempat pembesaran alami sebelum hewan laut berpindah ke wilayah yang lebih luas. Mangrove juga membantu mengurangi erosi pantai dan menyerap karbon dari atmosfer. Kerusakan hutan mangrove dapat mengganggu keseimbangan kehidupan laut serta mengurangi perlindungan alami bagi wilayah pesisir. Pelestarian mangrove menjadi langkah penting untuk menjaga hubungan antara daratan dan lautan agar tetap mendukung keberagaman organisme bawah air.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hutan Mangrove dan Kehidupan Laut Hutan mangrove merupakan kawasan pesisir yang memiliki hubungan erat dengan kehidupan bawah laut. Akar mangrove menjadi tempat berlindung bagi ikan kecil, udang, kepiting, dan berbagai organisme muda. Ekosistem ini berfungsi sebagai tempat pembesaran alami sebelum hewan laut berpindah ke wilayah yang lebih luas. Mangrove juga membantu mengurangi erosi pantai dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3853","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3853","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3853"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3853\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3854,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3853\/revisions\/3854"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3853"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3853"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3853"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}