{"id":3814,"date":"2026-07-28T02:44:50","date_gmt":"2026-07-28T02:44:50","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3814"},"modified":"2026-07-28T02:44:50","modified_gmt":"2026-07-28T02:44:50","slug":"pasang-surut-dan-kehidupan-pesisir-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/pasang-surut-dan-kehidupan-pesisir-laut\/","title":{"rendered":"Pasang Surut dan Kehidupan Pesisir Laut"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"k7qvug\" data-start=\"3595\" data-end=\"3640\">Pasang Surut dan Kehidupan Pesisir Laut<\/h1>\n<p data-start=\"3642\" data-end=\"4282\">Pasang surut merupakan fenomena alami yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi. Perubahan tinggi permukaan air laut ini menciptakan habitat unik di zona pasang surut, tempat berbagai organisme harus mampu beradaptasi terhadap kondisi yang terus berubah. Kepiting, kerang, siput laut, bintang laut, dan alga memanfaatkan waktu pasang untuk mencari makanan, kemudian bertahan ketika air surut. Zona ini menjadi salah satu wilayah dengan aktivitas biologis yang sangat tinggi. Menjaga kebersihan pesisir akan membantu mempertahankan keseimbangan kehidupan organisme yang bergantung pada siklus pasang surut setiap hari.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pasang Surut dan Kehidupan Pesisir Laut Pasang surut merupakan fenomena alami yang dipengaruhi oleh gravitasi bulan dan matahari terhadap bumi. Perubahan tinggi permukaan air laut ini menciptakan habitat unik di zona pasang surut, tempat berbagai organisme harus mampu beradaptasi terhadap kondisi yang terus berubah. Kepiting, kerang, siput laut, bintang laut, dan alga memanfaatkan waktu pasang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3814","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3814","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3814"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3814\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3815,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3814\/revisions\/3815"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3814"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3814"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3814"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}