{"id":3772,"date":"2026-07-28T02:40:37","date_gmt":"2026-07-28T02:40:37","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3772"},"modified":"2026-07-28T02:40:37","modified_gmt":"2026-07-28T02:40:37","slug":"gunung-laut-sebagai-oasis-kehidupan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/gunung-laut-sebagai-oasis-kehidupan\/","title":{"rendered":"Gunung Laut sebagai Oasis Kehidupan"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"12u144b\" data-start=\"2986\" data-end=\"3027\">Gunung Laut sebagai Oasis Kehidupan<\/h1>\n<p data-start=\"3029\" data-end=\"3690\">Gunung laut adalah pegunungan bawah laut yang menjulang dari dasar samudra tanpa mencapai permukaan. Struktur ini mengubah pola arus sehingga membawa nutrisi ke wilayah sekitarnya. Akibatnya, gunung laut menjadi tempat berkumpulnya berbagai ikan, karang, spons, hiu, dan mamalia laut. Banyak spesies menjadikan kawasan ini sebagai lokasi mencari makan atau berkembang biak. Walaupun berada jauh dari pantai, gunung laut memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi. Aktivitas penangkapan ikan yang berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem tersebut. Perlindungan kawasan gunung laut sangat penting bagi kelestarian kehidupan bawah laut di samudra.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Gunung Laut sebagai Oasis Kehidupan Gunung laut adalah pegunungan bawah laut yang menjulang dari dasar samudra tanpa mencapai permukaan. Struktur ini mengubah pola arus sehingga membawa nutrisi ke wilayah sekitarnya. Akibatnya, gunung laut menjadi tempat berkumpulnya berbagai ikan, karang, spons, hiu, dan mamalia laut. Banyak spesies menjadikan kawasan ini sebagai lokasi mencari makan atau berkembang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3772","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3772","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3772"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3772\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3773,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3772\/revisions\/3773"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3772"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3772"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3772"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}