{"id":3766,"date":"2026-07-28T02:40:16","date_gmt":"2026-07-28T02:40:16","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3766"},"modified":"2026-07-28T02:40:16","modified_gmt":"2026-07-28T02:40:16","slug":"zooplankton-sebagai-penghubung-rantai-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/zooplankton-sebagai-penghubung-rantai-makanan\/","title":{"rendered":"Zooplankton sebagai Penghubung Rantai Makanan"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"1v4dzo8\" data-start=\"750\" data-end=\"801\">Zooplankton sebagai Penghubung Rantai Makanan<\/h1>\n<p data-start=\"803\" data-end=\"1504\">Zooplankton merupakan hewan mikroskopis yang melayang mengikuti arus laut dan menjadi penghubung penting dalam rantai makanan samudra. Organisme ini memakan fitoplankton, kemudian menjadi santapan ikan kecil, ubur-ubur, paus, dan berbagai hewan laut lainnya. Walaupun ukurannya sangat kecil, jumlah zooplankton yang melimpah mendukung kehidupan jutaan organisme di lautan. Banyak spesies zooplankton melakukan migrasi vertikal setiap hari, naik ke permukaan pada malam hari dan turun ke perairan dalam saat siang. Perubahan kualitas air laut dapat memengaruhi populasinya. Menjaga keseimbangan lingkungan laut berarti mempertahankan keberadaan zooplankton sebagai fondasi penting ekosistem bawah laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Zooplankton sebagai Penghubung Rantai Makanan Zooplankton merupakan hewan mikroskopis yang melayang mengikuti arus laut dan menjadi penghubung penting dalam rantai makanan samudra. Organisme ini memakan fitoplankton, kemudian menjadi santapan ikan kecil, ubur-ubur, paus, dan berbagai hewan laut lainnya. Walaupun ukurannya sangat kecil, jumlah zooplankton yang melimpah mendukung kehidupan jutaan organisme di lautan. Banyak spesies zooplankton [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3766","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3766","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3766"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3766\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3767,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3766\/revisions\/3767"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3766"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3766"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3766"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}