{"id":3756,"date":"2026-07-28T02:39:16","date_gmt":"2026-07-28T02:39:16","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3756"},"modified":"2026-07-28T02:39:16","modified_gmt":"2026-07-28T02:39:16","slug":"anjing-laut-dan-kehidupan-di-perairan-dingin","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/anjing-laut-dan-kehidupan-di-perairan-dingin\/","title":{"rendered":"Anjing Laut dan Kehidupan di Perairan Dingin"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"1orsgtx\" data-start=\"4315\" data-end=\"4365\">Anjing Laut dan Kehidupan di Perairan Dingin<\/h1>\n<p data-start=\"4367\" data-end=\"4988\">Anjing laut merupakan mamalia laut yang hidup di wilayah pesisir dan lautan bersuhu dingin. Tubuhnya dilapisi lemak tebal yang berfungsi menjaga suhu tubuh saat berenang di air yang sangat dingin. Hewan ini memakan ikan, cumi-cumi, dan krustasea sesuai habitatnya. Anjing laut mampu menyelam cukup lama sebelum kembali ke permukaan untuk bernapas. Di daratan atau es, mereka beristirahat, berkembang biak, dan merawat anak-anaknya. Perubahan iklim yang mengurangi lapisan es menjadi tantangan besar bagi beberapa spesies. Konservasi habitat laut dan kawasan kutub sangat penting untuk kelangsungan hidup mamalia laut ini.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Anjing Laut dan Kehidupan di Perairan Dingin Anjing laut merupakan mamalia laut yang hidup di wilayah pesisir dan lautan bersuhu dingin. Tubuhnya dilapisi lemak tebal yang berfungsi menjaga suhu tubuh saat berenang di air yang sangat dingin. Hewan ini memakan ikan, cumi-cumi, dan krustasea sesuai habitatnya. Anjing laut mampu menyelam cukup lama sebelum kembali ke [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3756","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3756","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3756"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3756\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3757,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3756\/revisions\/3757"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3756"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3756"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3756"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}