{"id":3744,"date":"2026-07-28T02:38:29","date_gmt":"2026-07-28T02:38:29","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3744"},"modified":"2026-07-28T02:38:29","modified_gmt":"2026-07-28T02:38:29","slug":"hiu-martil-dengan-indra-yang-sangat-tajam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/hiu-martil-dengan-indra-yang-sangat-tajam\/","title":{"rendered":"Hiu Martil dengan Indra yang Sangat Tajam"},"content":{"rendered":"<h1 data-section-id=\"15iy4h8\" data-start=\"0\" data-end=\"47\">Hiu Martil dengan Indra yang Sangat Tajam<\/h1>\n<p data-start=\"49\" data-end=\"767\">Hiu martil mudah dikenali melalui bentuk kepalanya yang melebar menyerupai palu. Struktur kepala tersebut memberikan bidang pandang lebih luas serta meningkatkan kemampuan mendeteksi medan listrik lemah yang dihasilkan oleh mangsa di dasar laut. Hiu martil memangsa ikan, pari, cumi-cumi, dan berbagai hewan laut lainnya. Mereka sering berenang dalam kelompok besar ketika bermigrasi, tetapi juga dapat berburu secara individu. Sebagai predator puncak, hiu martil membantu menjaga keseimbangan populasi berbagai spesies di lautan. Ancaman seperti penangkapan berlebihan dan perdagangan sirip menyebabkan populasinya menurun. Perlindungan habitat laut menjadi langkah penting untuk mempertahankan keberadaan hiu martil.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hiu Martil dengan Indra yang Sangat Tajam Hiu martil mudah dikenali melalui bentuk kepalanya yang melebar menyerupai palu. Struktur kepala tersebut memberikan bidang pandang lebih luas serta meningkatkan kemampuan mendeteksi medan listrik lemah yang dihasilkan oleh mangsa di dasar laut. Hiu martil memangsa ikan, pari, cumi-cumi, dan berbagai hewan laut lainnya. Mereka sering berenang dalam [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3744","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3744","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3744"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3744\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3745,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3744\/revisions\/3745"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3744"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3744"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3744"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}