{"id":3736,"date":"2026-07-28T02:37:52","date_gmt":"2026-07-28T02:37:52","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3736"},"modified":"2026-07-28T02:37:52","modified_gmt":"2026-07-28T02:37:52","slug":"ikan-pedang-sang-perenang-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/ikan-pedang-sang-perenang-cepat\/","title":{"rendered":"Ikan Pedang Sang Perenang Cepat"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"n3gzfn\" data-start=\"4433\" data-end=\"4470\">Ikan Pedang Sang Perenang Cepat<\/h1>\n<p data-start=\"4472\" data-end=\"5165\">Ikan pedang dikenal karena moncongnya yang panjang menyerupai pedang. Bagian tersebut digunakan untuk melukai atau melemahkan gerombolan ikan sebelum dimakan. Tubuhnya ramping dan dirancang untuk berenang dengan kecepatan tinggi di perairan terbuka. Ikan pedang merupakan predator yang memangsa cumi-cumi serta berbagai jenis ikan pelagis. Kemampuan berenangnya membuat spesies ini mampu melakukan migrasi jarak jauh mengikuti ketersediaan makanan. Penangkapan yang tidak terkendali dapat memengaruhi populasinya di beberapa wilayah. Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan diperlukan agar ikan pedang tetap menjalankan perannya sebagai salah satu predator penting dalam kehidupan bawah laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan Pedang Sang Perenang Cepat Ikan pedang dikenal karena moncongnya yang panjang menyerupai pedang. Bagian tersebut digunakan untuk melukai atau melemahkan gerombolan ikan sebelum dimakan. Tubuhnya ramping dan dirancang untuk berenang dengan kecepatan tinggi di perairan terbuka. Ikan pedang merupakan predator yang memangsa cumi-cumi serta berbagai jenis ikan pelagis. Kemampuan berenangnya membuat spesies ini mampu [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3736","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3736","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3736"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3736\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3737,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3736\/revisions\/3737"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3736"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3736"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3736"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}