{"id":3704,"date":"2026-07-28T02:33:24","date_gmt":"2026-07-28T02:33:24","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3704"},"modified":"2026-07-28T02:33:24","modified_gmt":"2026-07-28T02:33:24","slug":"ikan-angler-dan-cahaya-di-kegelapan-laut","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/ikan-angler-dan-cahaya-di-kegelapan-laut\/","title":{"rendered":"Ikan Angler dan Cahaya di Kegelapan Laut"},"content":{"rendered":"<h1 data-section-id=\"1l9lcfn\" data-start=\"0\" data-end=\"46\">Ikan Angler dan Cahaya di Kegelapan Laut<\/h1>\n<p data-start=\"48\" data-end=\"772\">Ikan angler merupakan salah satu penghuni laut dalam yang paling unik. Hewan ini memiliki tonjolan di bagian kepala yang menghasilkan cahaya melalui bakteri bioluminesensi. Cahaya tersebut berfungsi sebagai umpan untuk menarik mangsa di lingkungan yang gelap gulita. Setelah mangsa mendekat, ikan angler membuka mulutnya yang lebar dan menangkapnya dengan gigi tajam. Tubuhnya dirancang untuk bertahan dalam tekanan air yang sangat tinggi serta suhu yang sangat rendah. Kehidupan ikan angler menunjukkan kemampuan luar biasa makhluk laut dalam beradaptasi terhadap lingkungan ekstrem. Penelitian mengenai spesies ini terus membuka wawasan baru tentang keanekaragaman kehidupan bawah laut yang masih menyimpan banyak misteri.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan Angler dan Cahaya di Kegelapan Laut Ikan angler merupakan salah satu penghuni laut dalam yang paling unik. Hewan ini memiliki tonjolan di bagian kepala yang menghasilkan cahaya melalui bakteri bioluminesensi. Cahaya tersebut berfungsi sebagai umpan untuk menarik mangsa di lingkungan yang gelap gulita. Setelah mangsa mendekat, ikan angler membuka mulutnya yang lebar dan menangkapnya [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3704","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3704","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3704"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3704\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3705,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3704\/revisions\/3705"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3704"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3704"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3704"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}