{"id":3700,"date":"2026-07-28T02:33:05","date_gmt":"2026-07-28T02:33:05","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3700"},"modified":"2026-07-28T02:33:05","modified_gmt":"2026-07-28T02:33:05","slug":"ikan-napoleon-penghuni-terumbu-karang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/ikan-napoleon-penghuni-terumbu-karang\/","title":{"rendered":"Ikan Napoleon Penghuni Terumbu Karang"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"1asxp0s\" data-start=\"5966\" data-end=\"6009\">Ikan Napoleon Penghuni Terumbu Karang<\/h1>\n<p data-start=\"6011\" data-end=\"6704\">Ikan napoleon merupakan salah satu ikan karang terbesar yang hidup di kawasan terumbu karang tropis. Ciri khasnya adalah tonjolan besar pada bagian kepala yang semakin jelas seiring pertambahan usia. Ikan ini memakan berbagai hewan bercangkang keras, termasuk bintang laut berduri yang dapat merusak terumbu karang apabila populasinya meningkat. Dengan demikian, ikan napoleon berperan menjaga kesehatan ekosistem karang. Pertumbuhan spesies ini berlangsung lambat sehingga rentan terhadap penangkapan berlebihan. Kawasan konservasi laut dan pengelolaan perikanan yang bertanggung jawab sangat penting untuk memastikan ikan napoleon tetap menjadi bagian dari kehidupan bawah laut yang beragam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan Napoleon Penghuni Terumbu Karang Ikan napoleon merupakan salah satu ikan karang terbesar yang hidup di kawasan terumbu karang tropis. Ciri khasnya adalah tonjolan besar pada bagian kepala yang semakin jelas seiring pertambahan usia. Ikan ini memakan berbagai hewan bercangkang keras, termasuk bintang laut berduri yang dapat merusak terumbu karang apabila populasinya meningkat. Dengan demikian, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3700","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3700","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3700"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3700\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3701,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3700\/revisions\/3701"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3700"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3700"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3700"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}