{"id":3692,"date":"2026-07-28T02:32:31","date_gmt":"2026-07-28T02:32:31","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3692"},"modified":"2026-07-28T02:32:31","modified_gmt":"2026-07-28T02:32:31","slug":"spons-laut-sebagai-penyaring-alami","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/spons-laut-sebagai-penyaring-alami\/","title":{"rendered":"Spons Laut sebagai Penyaring Alami"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"w9bu9d\" data-start=\"3018\" data-end=\"3058\">Spons Laut sebagai Penyaring Alami<\/h1>\n<p data-start=\"3060\" data-end=\"3778\">Spons laut termasuk hewan sederhana yang hidup menempel pada batu, karang, maupun dasar laut. Walaupun tidak memiliki organ seperti hewan lain, spons mampu menyaring air laut dalam jumlah besar setiap hari untuk memperoleh makanan berupa plankton dan partikel organik kecil. Aktivitas penyaringan tersebut membantu menjaga kejernihan air dan mendukung kesehatan ekosistem. Spons juga menjadi tempat berlindung bagi berbagai organisme kecil seperti udang, cacing, dan ikan muda. Banyak penelitian memanfaatkan senyawa alami dari spons untuk pengembangan ilmu kesehatan. Melestarikan habitat laut berarti mempertahankan keberadaan spons sebagai penyaring alami yang sangat penting bagi keseimbangan kehidupan bawah laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Spons Laut sebagai Penyaring Alami Spons laut termasuk hewan sederhana yang hidup menempel pada batu, karang, maupun dasar laut. Walaupun tidak memiliki organ seperti hewan lain, spons mampu menyaring air laut dalam jumlah besar setiap hari untuk memperoleh makanan berupa plankton dan partikel organik kecil. Aktivitas penyaringan tersebut membantu menjaga kejernihan air dan mendukung kesehatan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3692","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3692","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3692"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3692\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3693,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3692\/revisions\/3693"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3692"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3692"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3692"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}