{"id":3688,"date":"2026-07-28T02:32:17","date_gmt":"2026-07-28T02:32:17","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3688"},"modified":"2026-07-28T02:32:17","modified_gmt":"2026-07-28T02:32:17","slug":"dugong-sang-pemakan-lamun","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/dugong-sang-pemakan-lamun\/","title":{"rendered":"Dugong Sang Pemakan Lamun"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"1pdor2c\" data-start=\"1514\" data-end=\"1545\">Dugong Sang Pemakan Lamun<\/h1>\n<p data-start=\"1547\" data-end=\"2250\">Dugong merupakan mamalia laut herbivora yang menghabiskan sebagian besar waktunya mencari padang lamun sebagai sumber makanan utama. Hewan ini memiliki tubuh besar dengan ekor menyerupai lumba-lumba serta moncong yang dirancang untuk mencabut lamun dari dasar laut. Dugong berperan menjaga kesehatan padang lamun melalui aktivitas merumput yang mendorong pertumbuhan daun baru. Sayangnya, populasi dugong terus menurun akibat kerusakan habitat, tabrakan dengan kapal, dan terjerat alat tangkap ikan. Perlindungan kawasan lamun dan peningkatan kesadaran masyarakat menjadi langkah penting untuk menjaga keberlangsungan spesies ini. Kehadiran dugong mencerminkan ekosistem pesisir yang sehat dan seimbang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Dugong Sang Pemakan Lamun Dugong merupakan mamalia laut herbivora yang menghabiskan sebagian besar waktunya mencari padang lamun sebagai sumber makanan utama. Hewan ini memiliki tubuh besar dengan ekor menyerupai lumba-lumba serta moncong yang dirancang untuk mencabut lamun dari dasar laut. Dugong berperan menjaga kesehatan padang lamun melalui aktivitas merumput yang mendorong pertumbuhan daun baru. Sayangnya, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3688","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3688","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3688"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3688\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3689,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3688\/revisions\/3689"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3688"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3688"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3688"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}