{"id":3676,"date":"2026-07-28T02:31:10","date_gmt":"2026-07-28T02:31:10","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3676"},"modified":"2026-07-28T02:31:10","modified_gmt":"2026-07-28T02:31:10","slug":"cumi-cumi-dan-kemampuan-bergerak-cepat","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/cumi-cumi-dan-kemampuan-bergerak-cepat\/","title":{"rendered":"Cumi-Cumi dan Kemampuan Bergerak Cepat"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"rn4htt\" data-start=\"4658\" data-end=\"4702\">Cumi-Cumi dan Kemampuan Bergerak Cepat<\/h1>\n<p data-start=\"4704\" data-end=\"5402\">Cumi-cumi merupakan hewan laut bertubuh lunak yang dikenal karena kecepatannya saat berenang. Hewan ini bergerak menggunakan sistem dorongan jet dengan menyemburkan air melalui sifon sehingga dapat melesat menjauhi predator atau mengejar mangsa. Selain itu, cumi-cumi mampu mengubah warna tubuh untuk berkomunikasi maupun berkamuflase. Ketika merasa terancam, hewan ini juga mengeluarkan tinta hitam yang mengaburkan pandangan musuh sehingga memiliki kesempatan melarikan diri. Cumi-cumi memakan ikan kecil, udang, dan berbagai hewan laut lainnya. Perannya sebagai predator sekaligus mangsa menjadikannya bagian penting dalam rantai makanan kehidupan bawah laut yang terus berlangsung secara alami.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cumi-Cumi dan Kemampuan Bergerak Cepat Cumi-cumi merupakan hewan laut bertubuh lunak yang dikenal karena kecepatannya saat berenang. Hewan ini bergerak menggunakan sistem dorongan jet dengan menyemburkan air melalui sifon sehingga dapat melesat menjauhi predator atau mengejar mangsa. Selain itu, cumi-cumi mampu mengubah warna tubuh untuk berkomunikasi maupun berkamuflase. Ketika merasa terancam, hewan ini juga mengeluarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3676","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3676","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3676"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3676\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3677,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3676\/revisions\/3677"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3676"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3676"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3676"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}