{"id":3674,"date":"2026-07-28T02:31:03","date_gmt":"2026-07-28T02:31:03","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3674"},"modified":"2026-07-28T02:31:03","modified_gmt":"2026-07-28T02:31:03","slug":"kerang-raksasa-penjaga-terumbu-karang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/kerang-raksasa-penjaga-terumbu-karang\/","title":{"rendered":"Kerang Raksasa Penjaga Terumbu Karang"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"ndu7ux\" data-start=\"3880\" data-end=\"3923\">Kerang Raksasa Penjaga Terumbu Karang<\/h1>\n<p data-start=\"3925\" data-end=\"4651\">Kerang raksasa termasuk moluska terbesar di dunia yang dapat hidup selama puluhan hingga ratusan tahun. Hewan ini menetap di dasar laut tropis dan memperoleh nutrisi dari plankton serta alga mikroskopis yang hidup di dalam jaringannya. Hubungan tersebut memungkinkan kerang menghasilkan energi tambahan melalui fotosintesis. Warna-warni cerah pada mantel kerang berasal dari keberadaan alga tersebut. Selain mempercantik terumbu karang, kerang raksasa membantu menyaring air sehingga kualitas lingkungan tetap terjaga. Ancaman seperti pengambilan ilegal dan kerusakan habitat menyebabkan populasinya menurun. Perlindungan kawasan konservasi sangat penting agar spesies luar biasa ini tetap menjadi bagian kehidupan bawah laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kerang Raksasa Penjaga Terumbu Karang Kerang raksasa termasuk moluska terbesar di dunia yang dapat hidup selama puluhan hingga ratusan tahun. Hewan ini menetap di dasar laut tropis dan memperoleh nutrisi dari plankton serta alga mikroskopis yang hidup di dalam jaringannya. Hubungan tersebut memungkinkan kerang menghasilkan energi tambahan melalui fotosintesis. Warna-warni cerah pada mantel kerang berasal [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3674","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3674","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3674"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3674\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3675,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3674\/revisions\/3675"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3674"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3674"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3674"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}