{"id":3670,"date":"2026-07-28T02:30:48","date_gmt":"2026-07-28T02:30:48","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3670"},"modified":"2026-07-28T02:30:48","modified_gmt":"2026-07-28T02:30:48","slug":"lobster-laut-dan-kehidupan-di-celah-karang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/07\/28\/lobster-laut-dan-kehidupan-di-celah-karang\/","title":{"rendered":"Lobster Laut dan Kehidupan di Celah Karang"},"content":{"rendered":"<h1 class=\"PDq2pG_selectionAnchorContainer\" data-section-id=\"1bbla2s\" data-start=\"2308\" data-end=\"2356\">Lobster Laut dan Kehidupan di Celah Karang<\/h1>\n<p data-start=\"2358\" data-end=\"3089\">Lobster laut hidup di dasar perairan berbatu serta celah-celah karang yang memberikan perlindungan dari predator. Hewan ini memiliki antena panjang yang sangat peka untuk mendeteksi perubahan lingkungan dan keberadaan makanan. Pada malam hari lobster keluar dari persembunyian untuk mencari kerang, siput, bangkai ikan, maupun tumbuhan laut. Cangkangnya yang keras melindungi tubuh, namun harus berganti secara berkala melalui proses pergantian kulit agar dapat terus tumbuh. Penangkapan yang berlebihan dapat mengurangi populasi lobster secara signifikan. Pengelolaan perikanan yang berkelanjutan sangat diperlukan agar spesies ini tetap tersedia sekaligus menjaga keseimbangan ekosistem kehidupan bawah laut dalam jangka panjang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lobster Laut dan Kehidupan di Celah Karang Lobster laut hidup di dasar perairan berbatu serta celah-celah karang yang memberikan perlindungan dari predator. Hewan ini memiliki antena panjang yang sangat peka untuk mendeteksi perubahan lingkungan dan keberadaan makanan. Pada malam hari lobster keluar dari persembunyian untuk mencari kerang, siput, bangkai ikan, maupun tumbuhan laut. Cangkangnya yang [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3670","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3670","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3670"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3670\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3671,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3670\/revisions\/3671"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3670"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3670"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3670"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}