{"id":347,"date":"2025-09-16T08:53:15","date_gmt":"2025-09-16T08:53:15","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=347"},"modified":"2025-09-16T08:53:15","modified_gmt":"2025-09-16T08:53:15","slug":"polusi-laut-dan-dampak-ekosistem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/polusi-laut-dan-dampak-ekosistem\/","title":{"rendered":"Polusi Laut dan Dampak Ekosistem"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"5271\" data-end=\"5324\"><strong data-start=\"5275\" data-end=\"5324\">Polusi Laut dan Dampak Ekosistem<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"5325\" data-end=\"5929\">Polusi laut, termasuk plastik, logam berat, dan limbah kimia, mengancam kesehatan biota laut. Ekspedisi bawah laut menggunakan sensor dan kamera untuk mendokumentasikan akumulasi polutan dan efeknya pada ikan, moluska, dan terumbu. Studi ini membantu memahami bagaimana polusi memengaruhi pertumbuhan, reproduksi, dan perilaku spesies. Perairan yang tercemar menunjukkan penurunan keanekaragaman hayati dan produktivitas. Perlindungan laut dari polusi menjadi penting untuk menjaga keseimbangan ekosistem dan kesehatan biota. Penelitian ini menekankan dampak langsung aktivitas manusia terhadap perairan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Polusi Laut dan Dampak Ekosistem Polusi laut, termasuk plastik, logam berat, dan limbah kimia, mengancam kesehatan biota laut. Ekspedisi bawah laut menggunakan sensor dan kamera untuk mendokumentasikan akumulasi polutan dan efeknya pada ikan, moluska, dan terumbu. Studi ini membantu memahami bagaimana polusi memengaruhi pertumbuhan, reproduksi, dan perilaku spesies. Perairan yang tercemar menunjukkan penurunan keanekaragaman hayati [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-347","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/347","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=347"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/347\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":348,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/347\/revisions\/348"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=347"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=347"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=347"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}