{"id":3241,"date":"2026-04-27T13:00:49","date_gmt":"2026-04-27T13:00:49","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3241"},"modified":"2026-04-27T13:00:49","modified_gmt":"2026-04-27T13:00:49","slug":"kehidupan-ubur-ubur-yang-transparan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/04\/27\/kehidupan-ubur-ubur-yang-transparan\/","title":{"rendered":"Kehidupan Ubur-Ubur yang Transparan"},"content":{"rendered":"<h3 data-section-id=\"11kv4o\" data-start=\"1058\" data-end=\"1113\"><span role=\"text\"><strong data-start=\"1062\" data-end=\"1113\"> Kehidupan Ubur-Ubur yang Transparan<\/strong><\/span><\/h3>\n<p data-start=\"1114\" data-end=\"1943\">Ubur-ubur adalah makhluk laut yang sebagian besar tubuhnya terdiri dari air sehingga tampak transparan dan rapuh meskipun demikian mereka telah bertahan selama jutaan tahun dengan struktur sederhana tanpa otak dan jantung mereka menggunakan tentakel beracun untuk menangkap mangsa seperti plankton dan ikan kecil beberapa spesies ubur-ubur memiliki kemampuan bioluminesensi yang memancarkan cahaya di laut gelap fenomena ini digunakan untuk pertahanan atau menarik mangsa pergerakan mereka mengikuti arus laut membuat mereka tersebar luas di berbagai perairan perubahan iklim dan peningkatan suhu laut sering menyebabkan ledakan populasi ubur-ubur yang dapat mengganggu keseimbangan ekosistem dan aktivitas manusia kehidupan ubur-ubur menunjukkan bahwa kesederhanaan struktur tidak menghalangi keberhasilan bertahan hidup di laut<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehidupan Ubur-Ubur yang Transparan Ubur-ubur adalah makhluk laut yang sebagian besar tubuhnya terdiri dari air sehingga tampak transparan dan rapuh meskipun demikian mereka telah bertahan selama jutaan tahun dengan struktur sederhana tanpa otak dan jantung mereka menggunakan tentakel beracun untuk menangkap mangsa seperti plankton dan ikan kecil beberapa spesies ubur-ubur memiliki kemampuan bioluminesensi yang memancarkan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3241","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3241","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3241"}],"version-history":[{"count":2,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3241\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3243,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3241\/revisions\/3243"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3241"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3241"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3241"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}