{"id":3079,"date":"2026-03-29T08:26:48","date_gmt":"2026-03-29T08:26:48","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3079"},"modified":"2026-03-29T08:26:48","modified_gmt":"2026-03-29T08:26:48","slug":"ikan-dragonet-berbulu-dan-interaksi-terumbu","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/03\/29\/ikan-dragonet-berbulu-dan-interaksi-terumbu\/","title":{"rendered":"Ikan Dragonet Berbulu dan Interaksi Terumbu"},"content":{"rendered":"<h3 data-section-id=\"z71278\" data-start=\"1918\" data-end=\"1980\">Ikan Dragonet Berbulu dan Interaksi Terumbu<\/h3>\n<p data-start=\"1981\" data-end=\"2723\">Ikan dragonet berbulu hidup di dasar karang berpasir dan menunjukkan perilaku interaksi sosial kompleks dengan spesies lain. Mereka memakan cacing dan invertebrata kecil, berperan dalam rantai makanan dasar laut. Dragonet hidup soliter atau dalam kelompok kecil, mempertahankan wilayah makan dan berlindung di liang. Ancaman termasuk perusakan habitat dasar laut, perdagangan ikan hias, dan polusi laut. Konservasi dilakukan melalui perlindungan ekosistem dasar laut, restorasi habitat, dan penelitian perilaku. Studi adaptasi tubuh, pola makan, dan interaksi sosial dragonet berbulu membantu memahami ekosistem dasar laut tropis. Keberadaan mereka mendukung keseimbangan ekologis, keanekaragaman hayati, dan stabilitas rantai makanan laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan Dragonet Berbulu dan Interaksi Terumbu Ikan dragonet berbulu hidup di dasar karang berpasir dan menunjukkan perilaku interaksi sosial kompleks dengan spesies lain. Mereka memakan cacing dan invertebrata kecil, berperan dalam rantai makanan dasar laut. Dragonet hidup soliter atau dalam kelompok kecil, mempertahankan wilayah makan dan berlindung di liang. Ancaman termasuk perusakan habitat dasar laut, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3079","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3079","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3079"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3079\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3080,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3079\/revisions\/3080"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3079"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3079"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3079"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}