{"id":307,"date":"2025-09-16T08:49:43","date_gmt":"2025-09-16T08:49:43","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=307"},"modified":"2025-09-16T08:49:43","modified_gmt":"2025-09-16T08:49:43","slug":"bintang-laut-mahkota-duri-dan-dampaknya-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/bintang-laut-mahkota-duri-dan-dampaknya-2\/","title":{"rendered":"Bintang Laut Mahkota Duri dan Dampaknya"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"5279\" data-end=\"5339\"><strong data-start=\"5283\" data-end=\"5339\"> Bintang Laut Mahkota Duri dan Dampaknya<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"5340\" data-end=\"5951\">Bintang laut mahkota duri adalah predator yang dapat memengaruhi populasi karang. Ekspedisi bawah laut mendokumentasikan interaksi mereka dengan moluska dan ikan terumbu. Perairan tropis menyediakan nutrisi dan cahaya cukup untuk pertumbuhan biota lain. Studi ini membantu memahami keseimbangan predator-mangsa dan perlunya pengelolaan populasi bintang laut. Kamera bawah air digunakan untuk dokumentasi alami tanpa gangguan. Perlindungan terumbu penting karena degradasi dan polusi dapat menurunkan keanekaragaman hayati. Penelitian ini menekankan keseimbangan ekosistem sebagai kunci kelangsungan hidup biota.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Bintang Laut Mahkota Duri dan Dampaknya Bintang laut mahkota duri adalah predator yang dapat memengaruhi populasi karang. Ekspedisi bawah laut mendokumentasikan interaksi mereka dengan moluska dan ikan terumbu. Perairan tropis menyediakan nutrisi dan cahaya cukup untuk pertumbuhan biota lain. Studi ini membantu memahami keseimbangan predator-mangsa dan perlunya pengelolaan populasi bintang laut. Kamera bawah air digunakan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-307","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/307","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=307"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/307\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":308,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/307\/revisions\/308"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=307"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=307"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=307"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}