{"id":3031,"date":"2026-03-29T08:23:00","date_gmt":"2026-03-29T08:23:00","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=3031"},"modified":"2026-03-29T08:23:00","modified_gmt":"2026-03-29T08:23:00","slug":"ikan-angelfish-dan-interaksi-terumbu-karang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/03\/29\/ikan-angelfish-dan-interaksi-terumbu-karang\/","title":{"rendered":"Ikan Angelfish dan Interaksi Terumbu Karang"},"content":{"rendered":"<h3 data-section-id=\"693heb\" data-start=\"6853\" data-end=\"6915\">Ikan Angelfish dan Interaksi Terumbu Karang<\/h3>\n<p data-start=\"6916\" data-end=\"7630\">Ikan angelfish hidup di terumbu karang tropis, memakan alga dan invertebrata kecil, membantu menjaga keseimbangan pertumbuhan karang. Mereka hidup soliter atau berpasangan, mempertahankan wilayah makan dan berlindung di celah karang. Beberapa spesies menunjukkan perilaku sosial kompleks termasuk hierarki dan komunikasi visual. Ancaman termasuk perusakan habitat, perdagangan ikan hias, dan polusi laut. Konservasi dilakukan melalui perlindungan terumbu, pengaturan perdagangan, dan penelitian populasi. Studi perilaku makan, interaksi sosial, dan adaptasi angelfish membantu memahami ekosistem terumbu karang. Keberadaan mereka mendukung keseimbangan ekologis, keanekaragaman hayati, dan kesehatan laut tropis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan Angelfish dan Interaksi Terumbu Karang Ikan angelfish hidup di terumbu karang tropis, memakan alga dan invertebrata kecil, membantu menjaga keseimbangan pertumbuhan karang. Mereka hidup soliter atau berpasangan, mempertahankan wilayah makan dan berlindung di celah karang. Beberapa spesies menunjukkan perilaku sosial kompleks termasuk hierarki dan komunikasi visual. Ancaman termasuk perusakan habitat, perdagangan ikan hias, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-3031","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3031","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=3031"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3031\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":3032,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/3031\/revisions\/3032"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=3031"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=3031"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=3031"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}