{"id":2985,"date":"2026-03-29T08:19:08","date_gmt":"2026-03-29T08:19:08","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=2985"},"modified":"2026-03-29T08:19:08","modified_gmt":"2026-03-29T08:19:08","slug":"ikan-parrotfish-dan-regenerasi-karang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/03\/29\/ikan-parrotfish-dan-regenerasi-karang\/","title":{"rendered":"Ikan Parrotfish dan Regenerasi Karang"},"content":{"rendered":"<h3 data-section-id=\"1q4eny9\" data-start=\"4159\" data-end=\"4214\">Ikan Parrotfish dan Regenerasi Karang<\/h3>\n<p data-start=\"4215\" data-end=\"4917\">Ikan parrotfish menggunakan paruh kuat untuk mengikis alga dari karang, menghasilkan pasir laut dari sisa karang yang dikonsumsi. Mereka hidup berkelompok dan menjaga wilayah makan serta karang yang mereka tempati. Aktivitas makan parrotfish mendukung regenerasi karang dan menjaga keseimbangan ekosistem. Ancaman termasuk penangkapan berlebihan, perusakan habitat, dan polusi laut. Konservasi dilakukan melalui perlindungan terumbu, pengaturan perikanan, dan edukasi masyarakat. Studi perilaku makan, interaksi sosial, dan adaptasi fisiologis parrotfish membantu memahami ekosistem terumbu karang. Keberadaan mereka mendukung keseimbangan ekologis, keanekaragaman hayati, dan stabilitas laut tropis.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan Parrotfish dan Regenerasi Karang Ikan parrotfish menggunakan paruh kuat untuk mengikis alga dari karang, menghasilkan pasir laut dari sisa karang yang dikonsumsi. Mereka hidup berkelompok dan menjaga wilayah makan serta karang yang mereka tempati. Aktivitas makan parrotfish mendukung regenerasi karang dan menjaga keseimbangan ekosistem. Ancaman termasuk penangkapan berlebihan, perusakan habitat, dan polusi laut. Konservasi [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2985","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2985","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2985"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2985\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2986,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2985\/revisions\/2986"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2985"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2985"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2985"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}