{"id":2933,"date":"2026-03-29T08:13:56","date_gmt":"2026-03-29T08:13:56","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=2933"},"modified":"2026-03-29T08:13:56","modified_gmt":"2026-03-29T08:13:56","slug":"ikan-pufferfish-dan-mekanisme-pertahanannya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/03\/29\/ikan-pufferfish-dan-mekanisme-pertahanannya\/","title":{"rendered":"Ikan Pufferfish dan Mekanisme Pertahanannya"},"content":{"rendered":"<h3 data-section-id=\"bbmjno\" data-start=\"7899\" data-end=\"7960\">Ikan Pufferfish dan Mekanisme Pertahanannya<\/h3>\n<p data-start=\"7961\" data-end=\"8703\">Ikan pufferfish memiliki kemampuan mengembang tubuh untuk menakut-nakuti predator dan kulit yang mengandung racun tetrodotoxin sebagai pertahanan. Mereka memakan invertebrata kecil dan alga, membantu mengendalikan populasi mangsa di terumbu karang. Pufferfish hidup soliter atau dalam kelompok kecil, menunjukkan perilaku teritorial. Ancaman termasuk perusakan habitat, penangkapan ikan berlebihan, dan polusi laut. Konservasi dilakukan melalui perlindungan terumbu, pengaturan perikanan, dan penelitian populasi. Studi perilaku makan, adaptasi pertahanan, dan interaksi ekologis pufferfish membantu memahami ekosistem laut tropis. Keberadaan pufferfish mendukung keseimbangan ekologis, keanekaragaman hayati, dan stabilitas terumbu karang.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan Pufferfish dan Mekanisme Pertahanannya Ikan pufferfish memiliki kemampuan mengembang tubuh untuk menakut-nakuti predator dan kulit yang mengandung racun tetrodotoxin sebagai pertahanan. Mereka memakan invertebrata kecil dan alga, membantu mengendalikan populasi mangsa di terumbu karang. Pufferfish hidup soliter atau dalam kelompok kecil, menunjukkan perilaku teritorial. Ancaman termasuk perusakan habitat, penangkapan ikan berlebihan, dan polusi laut. [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2933","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2933","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2933"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2933\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2934,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2933\/revisions\/2934"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2933"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2933"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2933"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}