{"id":2899,"date":"2026-03-29T08:11:48","date_gmt":"2026-03-29T08:11:48","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=2899"},"modified":"2026-03-29T08:11:48","modified_gmt":"2026-03-29T08:11:48","slug":"hiu-paus-dan-filter-makanan","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/03\/29\/hiu-paus-dan-filter-makanan\/","title":{"rendered":"Hiu Paus dan Filter Makanan"},"content":{"rendered":"<h3 data-section-id=\"n6z8ig\" data-start=\"1987\" data-end=\"2032\">Hiu Paus dan Filter Makanan<\/h3>\n<p data-start=\"2033\" data-end=\"2832\">Hiu paus adalah ikan terbesar di dunia dan memakan plankton dengan menyaring air laut saat berenang. Meskipun besar, mereka tidak berbahaya bagi manusia karena pola makan mereka fokus pada organisme mikroskopis. Hiu paus bermigrasi jarak jauh mengikuti ketersediaan plankton, mempengaruhi distribusi nutrien di lautan. Aktivitas manusia seperti polusi, kapal laut, dan perubahan iklim dapat memengaruhi pola migrasi dan populasi hiu paus. Konservasi dilakukan melalui perlindungan habitat, regulasi perikanan, dan pemantauan populasi. Studi perilaku makan, migrasi, dan adaptasi fisiologis membantu memahami peran hiu paus dalam ekosistem laut. Keberadaan mereka mendukung rantai makanan, keseimbangan nutrien, dan keanekaragaman hayati laut, menjadikannya spesies penting bagi kelestarian lautan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Hiu Paus dan Filter Makanan Hiu paus adalah ikan terbesar di dunia dan memakan plankton dengan menyaring air laut saat berenang. Meskipun besar, mereka tidak berbahaya bagi manusia karena pola makan mereka fokus pada organisme mikroskopis. Hiu paus bermigrasi jarak jauh mengikuti ketersediaan plankton, mempengaruhi distribusi nutrien di lautan. Aktivitas manusia seperti polusi, kapal laut, [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2899","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2899","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2899"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2899\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2900,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2899\/revisions\/2900"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2899"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2899"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2899"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}