{"id":2889,"date":"2026-03-29T08:11:11","date_gmt":"2026-03-29T08:11:11","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=2889"},"modified":"2026-03-29T08:11:11","modified_gmt":"2026-03-29T08:11:11","slug":"ubur-ubur-lions-mane-dan-hidup-di-laut-dalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/03\/29\/ubur-ubur-lions-mane-dan-hidup-di-laut-dalam\/","title":{"rendered":"Ubur-Ubur Lion\u2019s Mane dan Hidup di Laut Dalam"},"content":{"rendered":"<h3 data-section-id=\"1d63kls\" data-start=\"6619\" data-end=\"6682\">Ubur-Ubur Lion\u2019s Mane dan Hidup di Laut Dalam<\/h3>\n<p data-start=\"6683\" data-end=\"7450\">Ubur-ubur Lion\u2019s Mane adalah ubur-ubur terbesar yang hidup di perairan dingin laut dalam. Tentakel panjangnya digunakan untuk menangkap plankton dan ikan kecil, sementara tubuhnya yang transparan membantu menyamarkan diri dari predator. Racun ubur-ubur Lion\u2019s Mane dapat melumpuhkan mangsa, tetapi secara ekologis mereka mengendalikan populasi plankton dan larva ikan. Siklus hidup mencakup tahap polip dan medusa, memungkinkan reproduksi seksual dan aseksual. Ancaman termasuk polusi laut dan perubahan suhu. Penelitian tentang ubur-ubur ini membantu memahami rantai makanan laut dalam dan adaptasi terhadap kondisi ekstrem. Keberadaan Lion\u2019s Mane mendukung keseimbangan ekosistem laut dalam, menjaga populasi plankton, dan menyediakan makanan bagi predator besar.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ubur-Ubur Lion\u2019s Mane dan Hidup di Laut Dalam Ubur-ubur Lion\u2019s Mane adalah ubur-ubur terbesar yang hidup di perairan dingin laut dalam. Tentakel panjangnya digunakan untuk menangkap plankton dan ikan kecil, sementara tubuhnya yang transparan membantu menyamarkan diri dari predator. Racun ubur-ubur Lion\u2019s Mane dapat melumpuhkan mangsa, tetapi secara ekologis mereka mengendalikan populasi plankton dan larva [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2889","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2889","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2889"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2889\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2890,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2889\/revisions\/2890"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2889"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2889"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2889"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}