{"id":2437,"date":"2026-02-20T10:59:47","date_gmt":"2026-02-20T10:59:47","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=2437"},"modified":"2026-02-20T10:59:47","modified_gmt":"2026-02-20T10:59:47","slug":"kehidupan-alga-laut-dan-produksi-oksigen","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/02\/20\/kehidupan-alga-laut-dan-produksi-oksigen\/","title":{"rendered":"Kehidupan Alga Laut dan Produksi Oksigen"},"content":{"rendered":"<h2 data-start=\"4959\" data-end=\"5016\">Kehidupan Alga Laut dan Produksi Oksigen<\/h2>\n<p data-start=\"5017\" data-end=\"6132\">Alga laut adalah organisme fotosintetik yang hidup di permukaan dan zona sublitoral, mulai dari alga mikroskopis hingga alga besar seperti rumput laut. Mereka menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, mendukung kehidupan laut dan atmosfer Bumi. Alga juga menjadi sumber makanan utama bagi ikan, moluska, dan herbivora laut lainnya. Beberapa alga membentuk padang rumput laut yang menyediakan habitat dan tempat bertelur. Alga memiliki peran penting dalam siklus nutrien, menyerap karbon dioksida, dan mendukung produktivitas ekosistem. Ancaman terhadap alga termasuk polusi nutrien, sedimentasi, dan perubahan iklim. Konservasi melibatkan pengurangan polusi, perlindungan habitat, dan restorasi padang rumput laut. Studi ekologi alga membantu memahami hubungan rantai makanan, kesehatan ekosistem, dan pengaruh manusia terhadap lingkungan laut. Keberadaan alga menandakan kondisi air yang baik dan keberlanjutan keanekaragaman hayati. Alga laut tidak hanya penting bagi biota laut, tetapi juga mendukung manusia melalui industri pangan, obat, dan bioenergi, menjadikannya komponen ekosistem yang sangat berharga.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kehidupan Alga Laut dan Produksi Oksigen Alga laut adalah organisme fotosintetik yang hidup di permukaan dan zona sublitoral, mulai dari alga mikroskopis hingga alga besar seperti rumput laut. Mereka menghasilkan oksigen melalui fotosintesis, mendukung kehidupan laut dan atmosfer Bumi. Alga juga menjadi sumber makanan utama bagi ikan, moluska, dan herbivora laut lainnya. Beberapa alga membentuk [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2437","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2437","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2437"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2437\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2438,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2437\/revisions\/2438"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2437"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2437"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2437"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}