{"id":2039,"date":"2026-01-04T10:44:45","date_gmt":"2026-01-04T10:44:45","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=2039"},"modified":"2026-01-04T10:44:45","modified_gmt":"2026-01-04T10:44:45","slug":"ikan-terbang-dan-adaptasi-uniknya","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/01\/04\/ikan-terbang-dan-adaptasi-uniknya\/","title":{"rendered":"Ikan Terbang dan Adaptasi Uniknya"},"content":{"rendered":"<p><strong data-start=\"6866\" data-end=\"6915\">Ikan Terbang dan Adaptasi Uniknya<\/strong><br data-start=\"6915\" data-end=\"6918\" \/>Ikan terbang adalah spesies laut yang mampu meluncur di atas permukaan air menggunakan sirip dada yang memanjang. Kemampuan ini membantu ikan terbang menghindari predator di dalam air. Ikan terbang biasanya hidup di perairan terbuka dan mengikuti arus hangat. Saat melompat keluar air, ikan terbang memanfaatkan angin dan kecepatan untuk meluncur sejauh puluhan meter. Meskipun tidak benar-benar terbang, adaptasi ini sangat efektif. Ikan terbang memakan plankton dan organisme kecil di permukaan laut. Mereka menjadi mangsa penting bagi burung laut dan ikan besar. Perilaku ikan terbang menunjukkan keterkaitan antara ekosistem laut dan udara. Kehidupan ikan terbang menambah keunikan biodiversitas laut. Adaptasi mereka mencerminkan kreativitas alam bawah laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Ikan Terbang dan Adaptasi UniknyaIkan terbang adalah spesies laut yang mampu meluncur di atas permukaan air menggunakan sirip dada yang memanjang. Kemampuan ini membantu ikan terbang menghindari predator di dalam air. Ikan terbang biasanya hidup di perairan terbuka dan mengikuti arus hangat. Saat melompat keluar air, ikan terbang memanfaatkan angin dan kecepatan untuk meluncur sejauh [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2039","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2039","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2039"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2039\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2040,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2039\/revisions\/2040"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2039"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2039"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2039"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}