{"id":2013,"date":"2026-01-04T10:42:44","date_gmt":"2026-01-04T10:42:44","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=2013"},"modified":"2026-01-04T10:42:44","modified_gmt":"2026-01-04T10:42:44","slug":"lobster-dan-kehidupan-di-celah-karang","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2026\/01\/04\/lobster-dan-kehidupan-di-celah-karang\/","title":{"rendered":"Lobster dan Kehidupan di Celah Karang"},"content":{"rendered":"<p><strong data-start=\"4501\" data-end=\"4554\">Lobster dan Kehidupan di Celah Karang<\/strong><br data-start=\"4554\" data-end=\"4557\" \/>Lobster merupakan krustasea laut yang hidup di celah-celah karang dan dasar laut berbatu. Kehidupan lobster didominasi aktivitas malam hari untuk mencari makan dan menghindari predator. Lobster memakan berbagai organisme seperti moluska, ikan kecil, dan bangkai hewan laut. Cangkangnya yang keras memberikan perlindungan alami, namun lobster tetap rentan terhadap predator besar dan penangkapan manusia. Lobster mengalami proses pergantian kulit untuk tumbuh, yang merupakan fase paling berisiko dalam hidupnya. Selama molting, lobster bersembunyi hingga cangkang baru mengeras. Lobster memiliki peran ekologis sebagai pemangsa dasar laut yang membantu mengontrol populasi organisme lain. Eksploitasi lobster secara berlebihan dapat mengganggu keseimbangan ekosistem terumbu. Pengelolaan perikanan lobster berkelanjutan sangat penting bagi kelangsungan hidup spesies ini. Lobster mencerminkan hubungan erat antara struktur karang dan kehidupan bawah laut.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Lobster dan Kehidupan di Celah KarangLobster merupakan krustasea laut yang hidup di celah-celah karang dan dasar laut berbatu. Kehidupan lobster didominasi aktivitas malam hari untuk mencari makan dan menghindari predator. Lobster memakan berbagai organisme seperti moluska, ikan kecil, dan bangkai hewan laut. Cangkangnya yang keras memberikan perlindungan alami, namun lobster tetap rentan terhadap predator besar [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-2013","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2013","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=2013"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2013\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":2014,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/2013\/revisions\/2014"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=2013"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=2013"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=2013"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}