{"id":177,"date":"2025-09-16T08:37:16","date_gmt":"2025-09-16T08:37:16","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=177"},"modified":"2025-09-16T08:37:16","modified_gmt":"2025-09-16T08:37:16","slug":"cumi-neon-dan-fenomena-laut-dalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/cumi-neon-dan-fenomena-laut-dalam\/","title":{"rendered":"Cumi Neon dan Fenomena Laut Dalam"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"1802\" data-end=\"1855\"><strong data-start=\"1806\" data-end=\"1855\">Cumi Neon dan Fenomena Laut Dalam<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"1856\" data-end=\"2561\">Cumi neon adalah biota laut dalam yang menghasilkan cahaya neon untuk menarik mangsa dan berkomunikasi. Ekspedisi bawah laut menggunakan kamera sensitif cahaya untuk merekam pola bioluminesensi. Perairan gelap laut dalam menyediakan habitat optimal untuk cumi neon. Studi perilaku mereka membantu memahami adaptasi fisiologis terhadap tekanan tinggi, minim cahaya, dan suhu rendah. Cumi neon juga menjadi bagian penting rantai makanan laut dalam, menjadi mangsa bagi predator besar. Perlindungan habitat cumi neon penting karena polusi dan perubahan lingkungan dapat mengganggu ekosistem laut dalam. Penelitian ini menunjukkan keunikan biota bawah laut dan kemampuan adaptasi mereka di lingkungan ekstrem.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Cumi Neon dan Fenomena Laut Dalam Cumi neon adalah biota laut dalam yang menghasilkan cahaya neon untuk menarik mangsa dan berkomunikasi. Ekspedisi bawah laut menggunakan kamera sensitif cahaya untuk merekam pola bioluminesensi. Perairan gelap laut dalam menyediakan habitat optimal untuk cumi neon. Studi perilaku mereka membantu memahami adaptasi fisiologis terhadap tekanan tinggi, minim cahaya, dan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-177","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=177"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":178,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/177\/revisions\/178"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=177"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=177"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=177"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}