{"id":173,"date":"2025-09-16T08:36:58","date_gmt":"2025-09-16T08:36:58","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=173"},"modified":"2025-09-16T08:36:58","modified_gmt":"2025-09-16T08:36:58","slug":"kepiting-yeti-dan-misteri-laut-dalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/kepiting-yeti-dan-misteri-laut-dalam\/","title":{"rendered":"Kepiting Yeti dan Misteri Laut Dalam"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"168\" data-end=\"224\"><strong data-start=\"172\" data-end=\"224\"> Kepiting Yeti dan Misteri Laut Dalam<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"225\" data-end=\"971\">Kepiting yeti adalah biota laut dalam yang hidup di perairan gelap dekat ventilasi hidrotermal. Ekspedisi bawah laut menemukan kepiting ini menutupi tubuhnya dengan bakteri simbiotik untuk memproses mineral dari lingkungan. Perairan ekstrem ini memiliki tekanan tinggi dan suhu yang bervariasi, menuntut adaptasi unik. Studi perilaku kepiting yeti membantu ilmuwan memahami interaksi simbiotik dan rantai makanan di laut dalam. Teknologi ROV memungkinkan dokumentasi tanpa mengganggu habitat. Perlindungan perairan ekstrem ini penting karena kerusakan dapat mengancam spesies yang unik dan memengaruhi ekosistem mikro di dasar laut. Penelitian ini menunjukkan bahwa laut dalam masih menyimpan misteri biota yang belum sepenuhnya dipahami manusia.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Kepiting Yeti dan Misteri Laut Dalam Kepiting yeti adalah biota laut dalam yang hidup di perairan gelap dekat ventilasi hidrotermal. Ekspedisi bawah laut menemukan kepiting ini menutupi tubuhnya dengan bakteri simbiotik untuk memproses mineral dari lingkungan. Perairan ekstrem ini memiliki tekanan tinggi dan suhu yang bervariasi, menuntut adaptasi unik. Studi perilaku kepiting yeti membantu ilmuwan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-173","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=173"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":174,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/173\/revisions\/174"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=173"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=173"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=173"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}