{"id":145,"date":"2025-09-16T08:34:28","date_gmt":"2025-09-16T08:34:28","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=145"},"modified":"2025-09-16T08:34:28","modified_gmt":"2025-09-16T08:34:28","slug":"palung-laut-dan-kehidupan-ekstrem","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/palung-laut-dan-kehidupan-ekstrem\/","title":{"rendered":"Palung Laut dan Kehidupan Ekstrem"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"5450\" data-end=\"5503\"><strong data-start=\"5454\" data-end=\"5503\">Palung Laut dan Kehidupan Ekstrem<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"5504\" data-end=\"6257\">Palung laut adalah habitat ekstrem dengan tekanan tinggi, suhu rendah, dan minim cahaya. Ekspedisi bawah laut menemukan biota unik seperti ikan transparan, cumi, dan krustasea yang beradaptasi dengan kondisi ekstrem. Perairan dalam palung memiliki rantai makanan yang kompleks, di mana predator dan mangsa saling bergantung. Teknologi ROV memungkinkan dokumentasi perilaku biota tanpa mengganggu habitat alami. Studi ini membantu memahami adaptasi fisiologis, perilaku, dan ekologi laut dalam. Perlindungan habitat palung menjadi penting karena perubahan lingkungan dan aktivitas manusia dapat mengganggu keseimbangan ekosistem yang rapuh. Penelitian ini menegaskan bahwa palung laut adalah laboratorium alami untuk studi evolusi dan biologi laut dalam.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Palung Laut dan Kehidupan Ekstrem Palung laut adalah habitat ekstrem dengan tekanan tinggi, suhu rendah, dan minim cahaya. Ekspedisi bawah laut menemukan biota unik seperti ikan transparan, cumi, dan krustasea yang beradaptasi dengan kondisi ekstrem. Perairan dalam palung memiliki rantai makanan yang kompleks, di mana predator dan mangsa saling bergantung. Teknologi ROV memungkinkan dokumentasi perilaku [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-145","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=145"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":146,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/145\/revisions\/146"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=145"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=145"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=145"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}