{"id":131,"date":"2025-09-16T08:33:08","date_gmt":"2025-09-16T08:33:08","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=131"},"modified":"2025-09-16T08:33:08","modified_gmt":"2025-09-16T08:33:08","slug":"pemulihan-habitat-penyu-laut-2","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/pemulihan-habitat-penyu-laut-2\/","title":{"rendered":"Pemulihan Habitat Penyu Laut"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"7839\" data-end=\"7887\"><strong data-start=\"7843\" data-end=\"7887\">Pemulihan Habitat Penyu Laut<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"7888\" data-end=\"8663\">Penyu laut menghadapi ancaman serius dari polusi plastik, hilangnya habitat, dan perburuan. Ekspedisi bawah laut memantau jalur migrasi, sarang, dan populasi penyu untuk mendukung upaya konservasi. Perairan pesisir menjadi lokasi penting untuk bertelur dan mencari makanan. Penelitian ini membantu menentukan strategi perlindungan, termasuk pengawasan sarang, restorasi pantai, dan edukasi masyarakat. Biota ini memiliki peran ekologis sebagai pemakan ubur-ubur dan pengendali alga, menjaga keseimbangan ekosistem laut. Keberhasilan pemulihan habitat penyu laut menjadi contoh bagaimana kolaborasi antara ilmuwan, pemerintah, dan masyarakat lokal dapat melindungi spesies yang terancam punah. Studi ini menegaskan pentingnya konservasi berbasis penelitian dan tindakan nyata.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Pemulihan Habitat Penyu Laut Penyu laut menghadapi ancaman serius dari polusi plastik, hilangnya habitat, dan perburuan. Ekspedisi bawah laut memantau jalur migrasi, sarang, dan populasi penyu untuk mendukung upaya konservasi. Perairan pesisir menjadi lokasi penting untuk bertelur dan mencari makanan. Penelitian ini membantu menentukan strategi perlindungan, termasuk pengawasan sarang, restorasi pantai, dan edukasi masyarakat. Biota [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-131","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=131"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":132,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/131\/revisions\/132"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=131"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=131"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=131"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}