{"id":125,"date":"2025-09-16T08:32:41","date_gmt":"2025-09-16T08:32:41","guid":{"rendered":"https:\/\/niust.org\/?p=125"},"modified":"2025-09-16T08:32:41","modified_gmt":"2025-09-16T08:32:41","slug":"palung-mariana-laboratorium-laut-dalam","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/niust.org\/index.php\/2025\/09\/16\/palung-mariana-laboratorium-laut-dalam\/","title":{"rendered":"Palung Mariana, Laboratorium Laut Dalam"},"content":{"rendered":"<h3 data-start=\"5498\" data-end=\"5557\"><strong data-start=\"5502\" data-end=\"5557\">Palung Mariana, Laboratorium Laut Dalam<\/strong><\/h3>\n<p data-start=\"5558\" data-end=\"6297\">Palung Mariana adalah titik terdalam di lautan dunia. Ekspedisi bawah laut menyingkap biota laut yang jarang terlihat, termasuk ikan transparan, cumi raksasa, dan krustasea unik. Tekanan ekstrem, suhu rendah, dan gelap total menantang penelitian, namun ROV memungkinkan eksplorasi dan dokumentasi. Perairan dalam palung ini menyimpan spesies baru yang memberikan wawasan tentang adaptasi ekstrem dan evolusi laut. Penelitian ini mendukung konservasi laut dalam dan mitigasi dampak perubahan iklim. Studi palung Mariana menegaskan bahwa laut dalam adalah laboratorium alami penuh misteri, memberikan peluang penemuan dan penelitian ilmiah yang tak ternilai. Data ini juga menjadi dasar untuk pengelolaan sumber daya laut yang berkelanjutan.<\/p>\n","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Palung Mariana, Laboratorium Laut Dalam Palung Mariana adalah titik terdalam di lautan dunia. Ekspedisi bawah laut menyingkap biota laut yang jarang terlihat, termasuk ikan transparan, cumi raksasa, dan krustasea unik. Tekanan ekstrem, suhu rendah, dan gelap total menantang penelitian, namun ROV memungkinkan eksplorasi dan dokumentasi. Perairan dalam palung ini menyimpan spesies baru yang memberikan wawasan [&hellip;]<\/p>\n","protected":false},"author":1,"featured_media":0,"comment_status":"open","ping_status":"open","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"footnotes":""},"categories":[1],"tags":[],"class_list":["post-125","post","type-post","status-publish","format-standard","hentry","category-uncategorized"],"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/users\/1"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=125"}],"version-history":[{"count":1,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125\/revisions"}],"predecessor-version":[{"id":126,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/125\/revisions\/126"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=125"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=125"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/niust.org\/index.php\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=125"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}